Selasa, 20 Maret 2012

BADMINTON-TARIKKAN SENAR RAKET BADMINTON/BULUTANGKIS

Saya buka toko raket dan penyenarannya. Selama 8 bulan terakhir ini saya  mencoba memberikan setelan tarikkan senar yang telah saya modifikasi sedikit pada pelanggan saya. Pada dasarnya, prinsip dasar penyenaran raket yang CROSS adalah MAIN + 2 lbs, tetap dipertahankan. Karena hal itu berkaitan dengan bentuk frame raket pada saat selesai penyenaran. Di sini saya mencoba memvariasikan sedikit prinsip dasar itu, dengan tidak mengubah hasil akhir dari bentuk frame raket. Karena stringer yang baik, adalah stringer yang berhasil memasang senar raket, tanpa merubah bentuk frame raket tersebut.
Setelah saya coba selama 8 bulan terakhir, dan kira kira sudah sekitar 50 orang pelanggan saya, yang merupakan penghobby bulu tangkis, baik yang sudah senior maupun pemula, ternyata dari mereka tidak ada keluhan atau kompalain sekalipun. Bahkan mereka dan saya sendiri merasakan ada dampak yang positif terhadap pukulan lob dan smash, serta akurasinya. Tapi kembali lagi, ini adalah setelan tension versi saya. Siapapun boleh berbeda pendapat dengan saya. Yang jelas, di sini niat saya hanya berbagi pengalaman dengan rekan-rekan sesama penghobby badminton dan rekan rekan sesama stringer. Mudah-mudahan pengalaman saya ini berguna bagi pembaca semua. Sekali lagi saya tekankan, ini adalah setelan tarikkan/tension versi saya, tanpa melalui prosedur penelitian dan uji coba resmi, hanya berdasarkan analisa pribadi dan uji coba terhadap pelanggan-pelanggan toko saya.Saya mohon maaf pada siapa saja yang tidak sependapat dengan saya dan pada siapapun yang merasa dirugikan dengan tulisan saya ini. Sekali lagi saya tekankan, niat saya di sini hanya berbagi pengalaman. SEMOGA BERMANFAAT.
Di bawah ini terdapat gambar dan bagan penyenaran seperti yang saya sebutkan di atas. Terlihat adanya variasi penarikkan baik di posisi main maupun cross. Di gambar juga terlihat ada beberapa blok mulai blok A sampai blok G. Blok-blok ini menunjukkan blok tension/tarikkan senar yang tidak sama baik di posisi MAIN maupun di posisi CROSS.
Penjelasan dari masing-masing blok adalah sebagai berikut :
Misal kita mau memasang senar dengan tarikkan/tension 25 lbs, maka penjelasannya adalah sbb:
Blok A dan C,-------  Tarikkan 25 lbs, sesuai dengan keinginan kita/permintaan pemain.
Blok B --------------  Tarikkan 26 lbs, tujuannya adalah lebih mengencangkan tarikkan, karena panjang senar di blok B jelas lebih panjang dari blok A dan C. Di sini akan terjadi  perimbangan ketegangan senar, karena yang lebih panjang ditarik lebih kencang dari pendek.
Blok D -------------   Tarikkan 25 lbs, blok D ini adalah blok CROSS dasar, dimana tarikkannya disesuaikankan dengan MAIN awal dan akhir, yaitu blok A dan C. Tujuannya adalah mencari perimbangan tarikkan antara MAIN dan CROSS, sekaligus menjaga kestabilan bentuk frame raket, mulai dari awal.
Blok E -------------    Tarikkan 26 lbs, menaikkan 1 lbs dari cross dasar yaitu blok D, dengan tujuan,mempertahankan bentuk frame raket, agar tidak berubah dari bentuk aslinya.Ingat di blok E ini senar lebih panjang dari blok D, sehingga dibtuhkan tarikkan lebih.
Blok F -------------    Tarikkan 27 lbs. Blok ini adalah blok dengan tarikkan tertinggi, untuk permintaan tension 25 lbs. Tujuannya adalah, selain untuk mempertahankan bentuk raket seperti pada awalnya, sesuai teori dasar tarikkan, juga untuk menjaga kestabilan tarikkan main di angka 25 lbs dan 26 lbs. Kalau di blok F ini kita tarik 25 lbs atau 26 lbs, maka main 26 lbs di blok A dan C serta 26 lbs di blok B, terasa kendur, juga akan berpengaruh terhadap bentuk frame raket, yang cenderung oval atau bahkan relatif bundar.
Blok G ------------- Tarikkan 25 lbs. Di blok ini sengaja di buat tarikkan agak kendur lagi, tidak sama dengan di blok F, dengan tujuan, memperkecil resiko putusnya senar ataupun frame raket, apabila terjadi kesalahan saat memukul sutllecock. Selain itu di blok ini adalah senar terakhir yang nantinya akan menjadi senar yang disimpul.

Catatan: Tarikkan ini menggunakan mesin manual merk EAGNES, dengan senar 2 simpul.

KESIMPULAN:

1. Dengan asumsi setiap simpul, akan mengurangi tension sebesar 0,25 lbs, dan dalam 1 frame ada 2 simpul, maka akan terjadi reduksi sebesar 0,5 lbs. Dengan demikian perhitungannya adalah, Blok B [main] 26 lbs + blok A+C [main] 25 lbs dibagi 2 adalah 51,5. Dari situ kita akan dapatkan 51,5 - 0,5 adalah 25 lbs.
2. Dengan cara variasi tension/setelan tarikkan, ternyata kita akan dapatkan, ukuran tensio/tarikkan yang murni sesuai dengan permintaan.
3.Dengan setelan tarikkan/variasi tension ini, ternyata menghasilkan bentuk frame yang tidakberubah dari sebelum dipasang senar, sampai selesai penyenaran. 

Demikian kiranya saya dapat berbagi dengan rekan rekan sesama penghoby badminton, semoga bermanfaat. Sekali lagi saya tekankan, apa yang saya tulis di atas adalah murni pengalaman pribadi saya, sebagai pemula dalam bermain badminton, sekaligus sebagai stringer. Apabila ada yang kurang berkenan, atau kurang bahkan tidak sependapat dengan saya, saya mohon maaf, dan sudilah kiranya berbagi dengan saya

                            
                 

2 komentar:

  1. Thanks for sharing gan, tapi bukannya senarnya semua berhubungan ya? jadi ga mungkin blok A C 25 lbs, sedangkan blok F 27 lbs, pasti nantinya setelah selesai dipasang, semua tegangannya akan terdistribusi merata misalnya jadi 26 lbs. Just my opinion..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betul sekali gan, makanya untuk mencari tarikkan 25 lbs yg sebenarnya, sesuai gambar, ada beberapa bagian sesuai blok yg sy sebut di atas,akan terjadi perbedaan tarikkan. sehingga pada akhirnya nanti, akan terjdi distribusi tarikkan yang benar 2x rata, sesuai dengan permintaan konsumen. ( contoh gambar adalah 25 lbs )

      Hapus

Artikel Ichiku sport

tukar LINK om